5 Hal Sederhana yang Bikin Lebih Mindful dalam Menjaga Lingkungan

Gustia Martha Putri

Gustia Martha Putri

Sudahkah kamu melakukan kegiatan positif untuk meningkatkan sikap mindful dalam menjaga lingkungan, #Eatizen? Nggak susah kok, kamu bisa memulainya dari hal sederhana, misalnya mengelola sampah di sekitarmu. Kegiatan ini penting banget, lho, untuk dilakukan sebab, keberlangsungan hidup lingkungan ada di tangan kita.

Salah satu masalah yang mengancam kelestarian alam adalah jumlah sampah yang terlalu banyak. Siapa sangka kalau negara kita masuk dalam kategori penyumbang sampah plastik terbesar di dunia? Seperti yang dilansir dari laman Indonesia.go.id, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengakui bahwa pada 2020 total produksi sampah nasional telah mencapai 67,8 juta ton. Artinya, ada sekitar 185.753 ton sampah setiap hari yang dihasilkan oleh 270 juta penduduk. Kalau dihitung-hitung lagi, berarti setiap penduduk memproduksi sekitar 0,68 kilogram sampah setiap harinya. Wow, fantastis ya!

Kebayang nggak jika ini terus menerus terjadi? Nah, untuk mencegah lebih banyak tumpukan sampah terjadi, kita bisa melakukan beberapa hal ini #Eatizen.

  1. Selalu Buang Sampah Pada Tempatnya

Imbauan ini masih sering diabaikan oleh masyarakat. Padahal, tak sulit untuk melakukannya. Jika tidak ada tempat sampah, kamu bisa menyimpannya terlebih dahulu di dalam kantong daripada membuangnya di sembarang tempat. 

Pasalnya, sampah yang dibuang di sungai, jalan atau selokan akan mencemari lingkungan dan menghambat aliran air hingga terjadi banjir. Jika sudah begini, kita jugalah yang akan mengalami kerugian baik dari segi materi maupun nonmateri.

  1. Sortir Sampah Sesuai Kategori

Maju ke langkah berikutnya, jika kamu sudah terbiasa membuang sampah di tempatnya, kini kamu bisa menyediakan 2 tempat sampah dengan diberi label organik dan anorganik.

Kamu bisa menyortir sampah sesuai dua kategori tersebut agar lebih mudah untuk didaur ulang. Sampah organik berasal dari sisa sayuran, buah atau daging yang kita konsumsi. Sementara sampah anorganik mencakup plastik, wadah plastik, botol plastik, kertas, kardus dan lain sebagainya. 

  1. Memanfaatkan Bank Sampah

Setelah menyortir sampah sesuai kategori, kamu bisa membawanya ke bank sampah di sekitar rumahmu. Sampah yang kamu kumpulkan ini bisa ditukar dengan saldo di rekening tabungan, lho. 

Kamu juga bisa menggunakan aplikasi yang menerima sampah dari masyarakat. Sampah yang diterima umumnya adalah sampah anorganik dan kamu akan mendapat imbalan untuk penjualan ini. 

  1. Belanja di Bulk Store

Pernah dengar soal bulk store? Berbeda dengan toko yang menjual produk beserta kemasannya, di sini kamu harus membawa wadah sendiri. Keberadaan bulk store diharap bisa mengurangi jumlah sampah kemasan. 

Jika tak ada bulk store di sekitar tempat tinggalmu, kamu bisa memulai gaya hidup go green dengan membawa wadah jika membeli makanan untuk dibawa pulang dan membawa tas belanja untuk menggantikan kantong plastik.

  1. Daur Ulang Sampah 

Tahukah kamu bahwa sampah bisa bermanfaat untuk kehidupan? Sampah organik misalnya, bisa diolah menjadi kompos untuk menyuburkan tanaman. Sementara sampah anorganik seperti botol atau kaleng bekas bisa digunakan menjadi pot, tempat menyimpan bumbu atau dekorasi di rumahmu, lho

Ternyata mudah ya melakukan hal yang bikin kamu lebih mindful dalam menjaga lingkungan. Jika semua orang mau melakukannya secara rutin, maka tumpukan sampah jadi bisa dikurangi jumlahnya. Ya, ibarat orang bernyanyi tapi suaranya sumbang, pasti kamu enggan kan untuk dengar? Pun dengan kebiasaan, jika tak mau menanggung akibatnya, kita harus mulai lebih mindful dalam menjaga lingkungan.